Haid tidak teratur, kenali penyebabnya

Masing-masing dari kaum hawa memiliki masa atau siklus haid yang berbeda. Sebagian selalu haid tepat waktu, dan sebagian lainnya mengalami haid yang tidak teratur dan sulit untuk diprediksi. Kondisi yang kedua ini cukup merepotkan, terlebih jika wanita sudah menikah. Sebab, saat telat datang bulan bisa jadi bukan merupakan tanda dari  kehamilan. Oleh sebab itu  cara menggunakan femometer dapat menganalisis siklus serta durasi siklus menstruasi. 

Penyebab haid tidak teratur

Meskipun siklus haid tidak teratur merupakan hal yang cukup wajar dan dialami oleh beberapa wanita. Anda tetap perlu waspada karena ini bisa menjadi pertanda pada kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab siklus haid sering tidak teratur.

  1. Menggunakan kontrasepsi

Penggunaan kontrasepsi bisa menjadi penyebab wanita yang mengalami haid tidak teratur. Macam kontrasepsi hormonal baik dalam bentuk pil, implan, suntikan, dan IUD dapat mengganggu siklus haid. Gangguan ini seperti adanya flek diantara dua periode haid. Untuk alat kontrasepsi spiral dapat menyebabkan pendarahan yang lebih banyak dan menimbulkan rasa nyeri saat haid.

  1. Gaya hidup

Perlunya cara menggunakan femometer salah satunya adalah untuk mencatat perubahan berat badan deskripsi diet, hingga durasi tidur. Karena ini merupakan salah satu bentuk gaya hidup yang dapat mempengaruhi siklus haid. Nah, faktor terkait gaya hidup ini diantaranya kekurangan ataupun kelebihan berat badan, olahraga berlebihan dan juga tingkat stress yang berpengaruh pada keseimbangan hormon. Hal ini juga berlaku pada wanita yang mengalami gangguan makan seperti bulimia dan juga anoreksia nervosa.

  1. Adanya amenorrhea

Salah satu gangguan siklus menstruasi adalah sebab adanya amenorrhea yang menjadi salah satu penyebab gangguan reproduksi. Ditandai dengan gejala tidak terjadinya menstruasi pada suatu periode atau masa menstruasi. Gangguan ini terdiri primer dan juga sekunder. 

Primer ialah kondisi dimana ketika seseorang belum pernah mengalami menstruasi saat sudah lewat dari 16 tahun. Pada kasus primer terjadi pada 0,1 – 2,5 persen wanita di usia reproduksi. Dan sedangkan sekunder saat dimana wanita dalam usia subur (tidak hamil) namun tidak mendapatkan haid kembali. Setelah 3-6 bulan setelah haid terakhir.

  1. Ketidakseimbangan hormon

Bagi anda yang mengalami haid tidak teratur dapat disebabkan oleh perubahan hormon. Ada dua hormon dalam hal ini. Hormon estrogen yang mempengaruhi kesuburan serta siklus haid dan hormon progesteron yang mengatur reproduksi dalam menyiapkan terjadinya kehamilan. Jika salah satu hormon tersebut bermasalah, maka dapat mempengaruhi haid dan juga kesuburan.

Jadi, penting untuk tahu cara menggunakan femometer yang dapat menganalisis kondisi anda. dengan catatan tersebut, anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh solusi terbaik terlebih jika siklus menstruasi yang tidak lancar dirasa sangat mengganggu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *