Apa yang Kamu Ketahui tentang Perbedaan Reksadana dan Saham?

beberapa perbedaan reksadana dan saham yang perlu kita ketahui

Perbedaan reksadana dan saham—Saham dan reksadana erat kaitannya dengan finansial perusahaan. Biasanya, untuk lebih mengembangkan perusahaannya, dan sekaligus untuk lebih meningkatkan nilai jual perusahaan, pihak perusahaan akan menawarkan saham yang dimilikinya dengan jenis keuntungan mutualisme. Apa yang dimaksud keuntungan mutualisme itu? keuntungan mutualisme adalah keuntungan dimana Anda selaku pemegang saham akan mendapatkan profit sesuai persentase investasinya. Sedangkan dengan investasi yang Anda tanam, dan tanpa Anda (selaku pemegang saham) harus susah payah mengelolanya, pihak perusahaan akan diuntungkan dengan besaran saham yang Anda tanamkan. Adapun perbedaan saham dan reksadana adalah sebagai berikut:

Definisi

Saham dan reksa dana adalah dua istilah yang saling terkait dan sering kali dipertukarkan pemakaiannya. Saham berarti bukti atas sebagian kepemilikan yang kita miliki dari perusahaan tertentu sesuai dengan besaran investasi yang kita tanam. Begitupun halnya dengan reksa dana, namun reksa dana yang kita tanam bersama dengan anggota reksadana yang lain akan di-handle oleh pihak agen yang bertanggung jawab untuk mengelola dana dari reksadana tersebut. 

Keduanya adalah sama-sama investasi dana. Namun dari segi praktisnya ada beberapa perbedaan, misalkan dari segi dana yang ditanam maka saham cenderung lebih besar dibandingkan dengan dana yang harus ditanam di reksadana. Secara risiko saham lebih tinggi dengan profit yang cenderung tinggi pula. Lain halnya dengan reksadana yang minim risiko dengan profit yang minim pula karena adanya sharing dengan anggota yang lain. Reksadana yang memerlukan agen perantara untuk menampung dana, nantinya membutuhkan dana tambahan yang digunakan untuk hire agen tersebut. Sebaliknya, oleh karena saham tersebut di-handle secara personal oleh pemegang saham, maka minim dana atau tidak ada dana tambahan yang kita keluarkan.  

Contoh praktis saham dan reksadana

Saham Bank Mandiri misalnya, mungkin saja pihak manajer investasi yang khusus menangani Schroder dana istimewa, mengalokasikan sahamnya di Bank Mandiri dalam jumlah yang sangat terbatas yaitu sekitaran 5% hingga 7% nya saja dari total saham yang dimilikinya. 

Reksadana, dalam praktiknya apabila kita invest reksa dana di Bank Mandiri, dan bank tersebut mengalami kenaikan sebanyak 5%, maka dana reksa dana yang ditanam memungkinkan mengalami kenaikan, tetap atau mengalami penurunan tergantung dari apa yang sedang dialami oleh scroder dana istimewa yang meng-handle investasi dana tersebut. Apabila saham yang ditanam kecil, maka berpotensi tetap. Apabila pihak scroder dana mengalami keuntungan, maka akan naik, dan apabila mengalami kerugian maka nilainya akan mengalami penurunan.

Agaknya penting bagi kita untuk mencermati perbedaan investasi saham dan reksadana secara cermat. Baik investasi saham maupun reksa dana keduanya sama-sama menguntungkan selama di berjalan sesuai prosedur yang berlaku.